F Adhi Permana

Tentang Waktu (sebuah tanggapan)

Posted on: January 2, 2008

Dear Wija,

Terima kasih atas tanggapannya. Sangat menarik dan kaya referensi. Sayangnya dari sekian banyak referensi yang disebut, baru satu yang pernah saya baca, tulisan Stephen Hawking. Namun pada dasarnya saya sepakat bahwa sebagian masyarakat barat memang tidak memahami waktu sebagai garis linear. Pemahaman tentang waktu, kini dan akan datang selalu berevolusi dan belum bisa dikatakan final, layaknya sebuah teori.

Pemahaman manusia tentang waktu sungguhlah relatif, termasuk pemahaman tentang deret waktu maupun satuan waktu. Kerelatifan pemahaman inilah yang membuat diskursus mengenai waktu semakin menarik dan menantang,  apalagi dihubungkan dengan konsep energi, hingga Einsteinpun berkesimpulan tentang adanya relatifitas. Dari pandangan saya sebagai orang awam, teori relatifitas Einstein adalah simbolisme kedekatan Einstein dalam mengenal alam sekaligus pengakuan atas absolutisme Tuhan. Beberapa petikan popular religiusitas Einstein berikut seolah merangkum pemahaman bahwa pada akhirnya pencerapan manusia atas pengetahuan adalah relatif, meski tidak mengurangi penghargaan terhadap kegigihan para ilmuwan dan penghargaan terhadap kemanfaatan penemuan-penemuannya untuk umat manusia;

“Every one who is seriously involved in the pursuit of science becomes convinced that a spirit is manifest in the laws of the Universe – a spirit vastly superior to that of man, and one in the face of which we with our modest powers must feel humble.” Dan “Whoever undertakes to set himself up as a judge of Truth and Knowledge is shipwrecked by the laughter of the God.”

Kembali ke masalah waktu, apa yang saya sebut dalam tulisan sebelumnya adalah simplifikasi atas pandangan barat (yang lebih materialis) dan non-barat (yang lebih filosofis). Pengelompokan barat dan non-barat sendiri, itupun hanya sebuah simplifikasi. Saya sendiri yakin terhadap fakta bahwa dunia tidak bisa dikategorikan menjadi 2 kutub seperti tersebut diatas. Kenapa barat saya katakan lebih cenderung menganut paham waktu secara linear, karena mereka lebih menggunakan basis material sebagai acuannya. Seberapa banyakkah orang barat yang percaya bahwa Muhammad SAW dapat menembus waktu dan kemudian dapat bersilaturrahmi kepada para Rasul pendahulunya di saat Isra’ Mikraj? Seberapa banyakkah orang barat yang percaya bahwa sebelum manusia lahir mereka pada dasarnya telah berada di sebuah dimensi ruang waktu yang berbeda dari dimensi ruang waktu saat ini? Pemahaman konsep waktu yang siklikal, statis bahkan bisa bergerak ke belakang tampaknya baru mulai diamini barat semenjak Einstein, Russel, Lightman, Hawking dan ilmuwan-ilmuwan berikutnya. Kelebihan mereka adalah mampu memformulasikan fenomena/ayat alam ini dengan sistematis dan terukur sehingga dapat dimanfaatkan oleh umat manusia secara praksis. Mereka begitu dihormati dan berjasa. Mungkin itulah yang dimaksud oleh Tuhan bahwa orang-orang yang berilmu akan ditinggikan derajatnya…

Salam,
adhi

— wi ja <samwise_jawa@yahoo.com> wrote:

> Menarik uraian bang adhi tentang waktu.
>   Namun benarkah bahwa orang barat meilhat waktu
> ebagai sesuatu yang bergerak secara linier?
>   Orang barat yang mana?
>   Jika kita mencoba mencoba memahami teori
> relativiats einstein tentang waktu, maka kita akan
> mengetahui bahwa waktu tampaknya tidak selalu
> bergerak secara linier, namun bisa siklikal, statis
> bahkan bisa bergerak ke belakang.
>   Einstein mengakui adanya kemungkinan2 waktu yang
> demikian itu.
>
>   Konseptualisasi teoritisnya bisa kita baca
> misalnya dalam tulisan Bertrand Russel yang berjudul
> “Teori Relativitas” Einstein. Di sana Russel mencoba
> memaparkan kembali teori einstein dalam bahsa yang
> lebih mudah dipahami.
>   Atau kita bisa membaca ilustrasi teori einstein
> dalam cara yang lebih mudah dlam tulisan Alan
> Lightman yang berjudul “Einstein’s Dreams”. Di sana,
> Alan Lightman yang juga fisikawan itu mencoba
> mengilustrasikan teori einstein itu dalam sebuah
> narasi cerita. Fiksi yang disusun berdasar teori.
>
>   Atau kita dapat pula membacanya dari tulisan
> Stephen Hawking dalam bukunya yang berjudul “The
> Theory of Everything” atau menyimak kuliah Stephen
> Hawking di you tube yang berjudul “The Origin of the
> Universe”.
>
>   Maka kita akan tahu bahwa mereka memahami waktu
> dalam cara yang jauh lebih maju daripada yang kita
> bayangkan. Bahkan perpaduan antara teori relativitas
> dan teori kuantum telah memberi kemungkinan bagi
> manusia untuk menciptakan sebuah mesin waktu di mana
> kita bisa kembali ke masa silam.
>
>   Dalam bahsa Paul Devis, Dalam tulisannya di
> majalah Scientific American September 2002,
> “membangun mesin waktu “tidak akan mudah, tetapi
> mungkin”.
>
>   Saya pikir dalam hal ini, para ilmuwan barat itu
> telah membaca ayat qauiniyah dengn cara yang lebih
> canggih daripada yang kita lakukan.
>
>   Namun, statement bang adhi permana bahwa
> masyarakat barat itu melihat waktu secara linier
> dapat dipahami.
>
>   Untuk membuatnya jadi sederhana, cara pandang ini
> sebenarnya diilhami oleh Newton yang menemukan teori
> tentang gaya dimana gaya (F) merupakan hasil kali
> antara masa (m) dan percepatan (a). Di sini, Newton
> memang mengndaiakan bahwa waktu merupakan sesuatu
> yang bergerak secara linier. Gaya inilah yang
> menjadi hukum dari segala benda yang ada di bawah
> jagad raya ini.
>
>   Kemudian einstein menemukan bahwa dalam kondisi
> tertentu, teori newton ini tidak berlaku. Dan
> penemuan teori quantum semakin membuat teori newton
> itu terbantahkan.
>
>   Untuk penjelasan lebih gamblang, silakan bang adhi
> membaca buku2 yang saya sebutkan di atas.
>
>   In th end, masyarakat barat telah bergerak dan
> berpikir begitu maju, menggunakan akal mereka untuk
> membaca dan memahami alam semesta.
>   Di manakah kita berada? Apa yang telah kita
> lakukan? Sudah sejauh mana?
>
>   Itulah barangkali pertanyaan yang menarik untu
> kita renungkan.
>
>   thnks.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

January 2008
M T W T F S S
« Dec   May »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  

Blog Stats

  • 35,303 hits

RSS Quote of the Day

RSS Berita IT

  • An error has occurred; the feed is probably down. Try again later.
%d bloggers like this: