F Adhi Permana

Menyiasati Sang Waktu

Posted on: December 31, 2007

Waktu menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (1997) adalah seluruh rangkaian saat ketika proses, perbuatan atau keadaan berada atau berlangsung. Dalam hal ini, skala waktu merupakan interval antara dua buah keadaan/kejadian, atau bisa merupakan lama berlangsungnya suatu kejadian. Skala waktu diukur dengan satuan detik, menit, jam, hari, bulan,tahun, windu, dekade (dasawarsa), abad, milenium (alaf) dan seterusnya.

Tiap masyarakat memilki pandangan yang relatif berbeda tentang waktu yang mereka jalani. Sebagai contoh: masyarakat Barat melihat waktu sebagai sebuah garis lurus (linier). Konsep garis lurus tentang waktu diikuti dengan terbentuknya konsep tentang urutan kejadian. Dengan kata lain sejarah manusia dilihat sebagai sebuah proses perjalanan dalam sebuah garis waktu sejak zaman dulu, zaman sekarang dan zaman yang akan datang. Berbeda dengan masyarakat Barat, masysrakat Hindu melihat waktu sebagai sebuah siklus yang terus berulang tanpa akhir.

Untuk mengukur skala waktu yang berlangsung sangat cepat (di dalam dunia elektronika dan semikonduktor), kebanyakan orang menggunakan satuan mili detik (seperseribu detik), mikro detik (seper satu juta detik), nano detik (nanoseconds), piko detik (picoseconds), dst.

Dalam dunia fisika, dimensi waktu dan dimensi ruang (panjang, luas, dan volume) merupakan besaran pengukuran yang mendasar, selain juga berat masa dari suatu benda (time, length and mass). Gabungan dari waktu, ruang dan berat masa ini dapat dipakai untuk menceritakan dan menjelaskan misteri alam semesta secara kuantitatif (berdasarkan hasil pengukuran). Misalnya tenaga (energi) dinyatakan dalam satuan ukuran kg*(meter/detik)kwadrat atau yang sering kita kenal sebagai satuan watt*detik atau joule (taken from wikipedia).

Terlepas dari konsep apapun yang kita pahami mengenai waktu, satu hal adalah bahwa waktu terus berdetak, malaju, melesak dan melibas apapun yang ada didepannya. Itulah yang membuat kita selalu tertinggal dari waktu. Merujuk dari surat Al-Ashr, hanya dengan keyakinan dan optimisme (resultansi dari iman) dan berkontribusi positif untuk sekitarnya dengan berkarya secara konsisten (resultansi dari wa tawaa Saubil Haq, wa tawaa Saubil Shobr), maka Insya Allah kita tidak termasuk orang yang rugi. Mulailah langkah awal Anda di awal tahun ini dengan mengirimkan pesan ini ke saudara dan rekan Anda, dilanjutkan dengan mengaktualisasikan rencana Anda. Mari kita saling doa mendoakan dan berkarya dengan optimis!!

Salam, adhi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

December 2007
M T W T F S S
« Nov   Jan »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31  

Blog Stats

  • 35,303 hits

RSS Quote of the Day

RSS Berita IT

  • An error has occurred; the feed is probably down. Try again later.
%d bloggers like this: